Registrasi
DPW-DPD PPNSI silahkan registrasi untuk publikasi berita



Tulis Berita?

Panduan Penulisan dan Pengiriman Berita/Artikel di website PPNSI

PostHeaderIcon Sosial Kemasyarakatan

PostHeaderIcon Membangun Pertanian Ala Jepang

 Porsi lahan pertanian Jepang hanya 25% dari total wilayahnya yang sebagian besar berupa pegunungan. Namun jumlah yang kecil tersebut mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Jepang.

Dilatar belakangi dengan sumberdaya alam yang miskin, Jepang menjadi bangsa yang berpola fikir untuk selalu “berkreasi dan menciptakan” di segala bidang termasuk bidang pertaniannya. Pasca kekalahan perang pada Perang Dunia II, Jepang mulai beralih pada pembangunan ekonomi dengan Pertanian sebagai prioritas utama saat itu.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon Petani : Pahlawan Kehidupan yang Terabaikan

 Kita jarang berfikir bahkan tidak pernah berfikir, betapa besar jasa para petani kita dalam menyediakan kebutuhan pokok hidup kita. Bahkan di Jepang negeri Sakura yang telah maju perkembangan teknologinyapun, anak-anak sejak dini dididik untuk menghargai petani. Anak-anak sekolah taman kanak-kanak setiap akan makan diajarkan supaya memulai dengan mengucapkan ”terimakasihku pada petani yang telah menyediakan makanan ini”. Ini mendidik untuk menghargai jerih payahnya petani dalam menghasilkan sesuapnasi yang perlu perjuangan dengan tetesan keringat dalam waktu yang panjang. Saat ini baru penghargaan terhadap guru telah terus ditanamkan pada setiap anak didik baik dengan nyanyian ataupun ungkapan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Namun penghargaan kepada para petani kita dalam menghasilkan bahan makanan kita nyaris tak ada sama sekali, bahkan penghargaan finansial terhadap petani atau nilai tukar petani rendah dan itupun masih diombangambingkan dengan harga.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon Muhammad Yunus: Wacana Bank Pertanian Hingga Kredit Mikro Syariah bagi Petani di Pedesaan

q“Ya, mereka akan bayar. Pasti. Tidak seperti orang kaya, orang miskin tidak akan mengambil risiko dengan tidak membayar. Ini satu-satunya peluang yang mereka punya” (Yunus, Bank Kaum Miskin hal 126).

Kutipan kalimat dari seorang pemenang Nobel, Muhammad Yunus, di atas membuat banyak para ekonom pintar berkerut dahinya. Sebuah hantaman keras bagi para bankir yang selama ini bias dalam memberikan pinjaman.

Lebih lanjut dalam tulisannya Yunus menyindir bank yang ada selama ini bukanlah bank yang memberi kredit akan tetapi kebanyakan adalah bank yang hanya mencari nasabah penyimpan dana. Bank selama ini lebih bangga akan banyaknya jumlah kredit yang dikucurkan ke segelintir kreditur dibanding banyaknya kreditur yang dapat mereka berikan pinjaman. Segelintir orang itu tentunya adalah orang pintar dan bermodal yang menguasai informasi dan jaringan.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon Gambaran Pelaksanaan Program Kredit Ketahanan Pangan (KKP) di Kab. Karawang, Kab. Cirebon, dan kab.

kkpProgram Kredit Ketahanan Pangan (KKP) di Kabupaten Karawang hampir seluruhnya digunakan untuk membiayai komoditas tanaman padi, karena Kabupaten Karawang sebagian besar petaninya mengusahakan bercocok tanam padi dan terkenal sebagai lumbung padi di Jawa Barat bahkan Nasional. Meskipun dalam siklus padi yang dianjurkan oleh dinas pemerintah daerah setempat juga perlu diselingi dengan menamami lahan dengan palawija, namun produk palawija tidak mendapat pinjaman dalam skim program KKP.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon Indikator Tingkat Keberhasilan Program Kredit Ketahanan Pangan (KKP) di Kab. Karawang, Kab. Cirebon,

kkpRealisasi penyaluran Kredit Ketahanan Pangan (KKP) selama tahun ini hingga Agustus 2007 baru mencapai Rp 523,58 miliar atau sebesar 25,15 persen dari pagu sebesar Rp 2,08 triliun. Dari tingkat penyaluran KKP sebesar Rp 525,58 miliar tersebut, komoditas tebu menduduki angka terbesar yakni Rp 402,845 miliar, kemudian peternakan yang mencapai Rp 71,006 miliar dan tanaman pangan Rp 37, 712 miliar. Sementara itu secara keseluruhan dari 2001 hingga Agustus 2007 realisasi penyaluran KKP mencapai Rp4,82 triliun atau 231,68 persen dari pagu Rp2,082 triliun (Antara, 30-10-2007).

Baca selengkapnya...

 
Bagikan artikel ini.. Bookmark and Share


Pencarian
Pendapat Anda
Tingkatkan anggaran pertanian sebelumnya kurang dari 1% APBN menjadi paling tidak 5%?
 

Locations of visitors to this page