Registrasi
DPW-DPD PPNSI silahkan registrasi untuk publikasi berita



Tulis Berita?

Panduan Penulisan dan Pengiriman Berita/Artikel di website PPNSI

PostHeaderIcon Aktivitas Organisasi

PostHeaderIcon Menilik PPNSI Pembina Para Petani dan Nelayan Kota Bekasi

Radar Bekasi- PERLU PEMBINAAN: Peternak ayam yang terus diberdayakan agar bisa menguntungkan peternak dan pemerintah. DUDIT/RADAR BEKASI

Pertumbuhan ekonomi semakin pesat. Hal itu seiring dengan bertumbuhnya berbagai usaha sektor rill juga BUMD di kota ini. Salah satu sektor yang turut menunjang pertumbuhan ekonomi kota ini adalah pertanian dan peternakan. Maka untuk terus meningkatkan, tentunya harus dari Sumber Daya Manusianya (SDM). Salah satunya dengan membina dan memberikan pemahaman kepada para petani, agar menjadi petani unggulan dan berdaya guna lebih. Berikut laporannya.

Adalah Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia sebuah LSM yang sangat concern dan komitmen membina kelompok tani, dan nelayan di kota ini. Menurut Direktur PPNSI Juwarto, dengan membina para petani benefit yang mereka dapatkan banyak. Selain mendapat pengetahuan lebih, mereka akan bisa mendapat hasil banyak dari usaha tani yang mereka miliki. Bahkan, suatu potensi besar buat pemasukan kas daerah.

“Masih banyak petani yang tidak memiliki pengetahuan lebih atau berpotensi namun tidak bisa menggali dan memanfaatkan potensinya itu. Nah, di sinilah peran kita untuk membina dan menggali potensi mereka, sehingga menjadi petani yang berpotensi dan profesional,” papar pria asli Jawa Timur yang suka berternak itu.

Pihaknya pun kerap mengadakan penyuluhan kepada kelompok tani dan ternak. Biasanya di dalam seminar, selain diberi pengatahuan tentang kinerja pertanian, juga diadakan forum tanya jawab. Kata Juwarto, LSM sendiri baru tahu jika banyak petani belum paham benar soal cara menjadi petani modern dan berdaya guna.

Sementara , kata Juwarto, sudah lebih dari puluhan kelompok tani yang dibina PPNSI. Mereka adalah petani modern yang sudah berdaya guna, produk-produk mereka pun bisa menembus pasar modern di kota ini dan berbagai kota besar lainnya.

“Hasil-hasil seperti ikan segar, ternak lele, dan lainnya sudah bisa masuk pasar modern, dan ini prestasi bagus dan harus menjadi kebanggaan pemerintah,” jelasnya, yang mengatakan LSM-nya tepat berada di Bantargebang.

Saking besarnya potensi pertanian di Bekasi, PPNSI yang juga mendukung program pemerintah meningkatkan peertumbuhan ekonomi akan terus menggalakkan dan membina petani dan nelayan di Bekasi. Tapi, kata Juwarto yang ketika ditemui Radar Bekasi mengenakan pakaian santai, perlu didukung pemkot, salah satunya memfasilitasi lahan-lahan duduk di Kota Bekasi, yang bisa dimanfaatkan para petani untuk bertani.

“Lahan kosong di Bekasi masih banyak seperti di Cimoneng, Bantargebang, dan sebagainya. Kita tidak mengambil tapi memanfaatkan lahan tersebut untuk didaya gunakan bagi petani. Di mana manfaatnya juga untuk pertumbuhan ekonomi kota ini,” pungkas dia yang juga berharap pemerintah juga mau mengganggarkan demi kemajuan para petani di kota yang baru saja dicanangkan sebagai kota Koperasi itu. (*)

________________________________

 

PostHeaderIcon PPNSI Membangun Kemitraan Petani Sejahtera

Perhimpunan Petani Dan Nelayan Sejahtera Indonesia atau PPNSI yang dideklarasikan pada 17 September 2003 terus aktif menjalankan strategi kemitraan pemberdayaan untuk meningkatkan daya saing pertanian agar petani lebih sejahtera. Kegiatan berupa workshop dan pendampingan petani digagas oleh PPNSI. Kader PPNSI terlatih dalam mendampingi petani dari awal persiapan bertani sampai pemasaran.

“Kami mendampingi sampai petani benar-benar mandiri “ kata Ape Hermawan, salah seorang koordinator PPNSI yang barusan saja menggelar pelatihan beternak kelinci di Bogor Jawa Barat. Ditambahkan Ape, terutama di wilayah pedesaan, gizi buruk seringkali melanda
justru pada keluarga peternak. Mereka memiliki hewan ternak sapi, kambing dan ayam. Tetapi  lebih memilih menguangkan ternak mereka daripada mengkonsumsinya. Dengan adanya workshop beternak kelinci ini  demi memenuhi ketersediaan gizi masyarakat yang murah dan terjangkau tersebut.

Workshop Agrobisnis
Tidak hanya beternak kelinci, PPNSI juga mengadakan serangkaian workshop yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Semisal pelatihan budidaya udang windu, pelatihan pembuatan biogas, pelatihan bertani organik, dan lain-lain.Semua sektor agrobisnis digarap oleh PPNSI, lembaga kemasyarakatan yang diketuai oleh Baran Wirawan Msi.Hal ini dikarenakan PPNSI berdiri hampir di seluruh propinsi , terdapat 33 cabang di wilayah Indonesia. Kaderisasi terjalin melalui rekruitmen dari sebuah ormas politik, sekalipun demikian aktifitas pemberdayaan PPNSI tidak mengenal basis massa. Dengan berdiri di seluruh propinsi, PPNSI hadir untuk lebih mengoptimalkan ,memberdayakan,menguatkan kelembagaan kelompok tani dan gapoktan yang telah ada dengan konsep yang lebih P-A-T-E-N : Pemberdayaan-Advokasi-Teknologi-Edukasi-Networking. “Siapa saja boleh menjadi mitra PPNSI” kata Ape menuturkan misi dan visi organisasi yang diikutinya ini.

 

PostHeaderIcon Muswil PPNSI Jawa Barat 28-30 April 2010

PPNSI sebagai salah satu ormas tani berkewajiban memperjuangkan para konstituen tani dan nelayannya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Melalui MUSWIL I PPNSI Wilayah Jawa Barat ini, ingin mewujudkan petani Jawa Barat yang Mandiri, Dinamis dan sejahtera selaras dengan Visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2008-2013.

Sejak didirikan pada Kongres Masyarakat Pertanian Indonesia (KMPI) pada tanggal 17 September 2003 di IPB hingga saat ini, rangkaian waktu tersebut dapat dimaknai sebagai perjalanan hidup organisasi yang penuh dengan berbagai tantangan untuk terus tumbuh dan berkembang. Dengan usia yang tergolong muda, PPNSI terbukti telah mampu mengembangkan kapasitas organisasinya, yaitu dengan terbentuknya perwakilan di setiap provinsi sebanyak 30 (DPW) dan tidak kurang dari 250 perwakilan di setiap kabupaten/kota (DPD). Di Jawa Barat, PPNSI terbentuk 27 mei 2005 Berdasarkan SK DPP PPNSI dan telah mengambil peran dengan karakter kerjanya yang advokatif, intermediatif dan memberdayakan membuat PPNSI Wilayah Jawa Barat tergolong mengakar di grassroot ditandai dengan jumlah kelompok tani terbina sebanyak 529 kelompok setara dengan 2.620 KK Tani/Nelayan.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon Diskusi: Memperkuat Basis Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Perwujudan ketahanan pangan nasional dimulai dari pemenuhan pangan di wilayah terkecil yaitu rumah tangga sebagai basis ketahanan pangan. Basis penyadaran dan pembangunan bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam suatu lingkup terkecil  yang mempunyai keterpaduan sarana dan prasarana dari aspek ketersedian, distribusi dan konsumsi pangan tercukupi. Di samping itu pembangunan basis rumah tangga  sangat penting terutama dalam hal penyediaan bahan pangan untuk penduduk, mengurangi pengangguran, penyedia bahan baku industri dan penghasil komoditi untuk bahan pangan. Untuk itu, rumah tangga merupakan salah satu entry point untuk masuknya berbagai program yang mendukung ketahanan pangan.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon Diskusi Panel dan Rapat Koordinasi Wilayah DPW PPNSI Lampung

DPW PPNSI Lampung kembali mengibarkan sayapnya di bumi ruwa jurai melalui kegiatan Diskusi Panel dan Rapat Kordinasi Wilayah (Rakorwil) yang pesertanya adalah utusan pengurus DPD PPNSI Kabupaten/Kota se-Lampung dan juga ormas, LSM, mahasiswa, kelompok tani, masyarakat umum dan utusan komisi B DPRD Kabupaten/Kota se-Lampung.  Peserta yang hadir dalam diskusi panel sebanyak 80 orang, sementara peserta rakorwil adalah utusan dari 14 kab/kota se-Lampung masing-masng mengirimkan 3 orang.  Rakorwil ini dilaksanakan merupakan kelanjutan rekomendasi yang diberikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) I PPNSI pada bulan Nopember 2009 lalu di Bogor untuk kembali mengkonsolidasikan diri dan melebarkan kiprahnya di propinsi masing-masing di usia PPNSI yang baru menginjak 6 tahun.

Menurut Ketua Umum DPW PPNSI Lampung, Ir.Teguh Endaryanto, M.Si. dalam Diskusi Panel dan Rakorwil yang dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu, 22-23 Januari 2010 di Wisma Dahlia Unila mengambil tema:”Peningkatan Pemberdayaan Petani dan Nelayan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan”.  Tema ini menjawab kebijakan Kementrian Pertanian yang menetapkan Lampung sebagai salah satu propinsi penghasil 5 produksi prioritas yaitu padi, jagung, kedelai, daging, dan gula dari 6 produksi prioritas (kecuali susu-pen) yang telah di tetapkan.  Sementara Lampung juga memiliki pesisir pantai yang cukup panjang dengan laut yang luas belum optimal dalam mengelola sumber daya lautnya.  Muara dari upaya untuk meningkatkan produksi adalah terwujudnya ketahana pangan nasional.

Baca selengkapnya...

 
Artikel Lainnya...
Bagikan artikel ini.. Bookmark and Share


Pencarian
Pendapat Anda
Tingkatkan anggaran pertanian sebelumnya kurang dari 1% APBN menjadi paling tidak 5%?
 

Locations of visitors to this page