Registrasi
DPW-DPD PPNSI silahkan registrasi untuk publikasi berita



Tulis Berita?

Panduan Penulisan dan Pengiriman Berita/Artikel di website PPNSI

PostHeaderIcon Pertanian & Peternakan

PostHeaderIcon Mentan: Anggaran 2011 Kementan Naik 88,8%

JAKARTA -- Anggapan masalah petani  tidak disinggung dalam pidato presiden tanggal 16 Agustus 2010 tidak tepat. Komitmen dan kepedulian terhadap petani atau pertanian juga tak bisa diukur dari kata-kata an sich dalam pidato kenegaraan. Komitmen itu bisa dilihat dan dibuktikan melalui kebijakan dan program pembangunn yang telah, sedang dan akan dijalankan, kata Mentan Suswono di Jakarta.

Dalam pidatonya, Presiden SBY, jelas Mentan, sebenarnya secara tegas mengatakan, “Kita ingin membangun lebih banyak infrastruktur, seperti  irigasi, transportasi, perumahan, dan sumberdaya air.”  Presiden juga menekankan komitmennya untuk terus memantapkan ketahanan pangan, lkelancaran arus barang dan informasi untuk peningkatan dayasaing ekonomi bagi pemerataan pembangunan dan bagi  integrasi ekonomi nasional.

Strategi dan kebijakan pembangunan pertanian  Kabinet Indonesia Bersatu II, tambah Mentan, merupakan kelanjutan dan penajaman dari arah dan kebijakan yang telah dilaksanakan pada era Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersat u  I. Garis  besar sasaran startegis  pembangun pertanian  yang  disampaikan  dalam pidato Presiden  pada tanggal 16 agustus 2010, secara rinci juga dijabarkan dalam lampiran yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Pidato Presiden.

Komitmen pemerintah terhadap pertanian, lanjut Mentan, tercemin dalam postur APBN.  Kementerian Pertanian mendapat anggaran Rp 16,8 Trilyun untuk TA 2011, naik sekitar  88,8 % dari TA 2010. Dalam rangka mengoptimalkan azas manfaat dari anggaran tersebut, Kementerian Pertanian termasuk 1 dari 6 Kementerian/Lembaga Negara yang ditetapkan sebagai Pilot Proyek Reformasi  di bidang penganggaran sejak tahun 2010.

Kegiatan prioritas Kementan tahun 2011, jelas Mentan, fokus pada kegiatan yang bersifat penyediaan asset dan fasilitas public (public good), pemberdayaan petani dan penumbuhan kelembagaan, antara lain: perbaikan infrastruktur lahan dan irigasi (JITUT 237.536 ha, JIDES 179.898 ha, Tata Air Mikro (TAM) 80.000 ha, optimalisasi lahan 85.538 ha, konservasi lahan 5.150 ha, cetak sawah 59.493 ha, pembukaan lahan kering 98.950 ha), pembangunan embung (6500 unit embung), penyelamatan sapi betina produktif (70.000 ekor), Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) sebanyak 10.000 Gapoktan/desa, Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) sebanyak 1.290 LM3, Sarjana/ Penggerak Membangun Desa (S/PMD) sebanyak 849 PMD, bantuan benih untuk Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu  (SL-PTT) sebanyak: 2,8 juta hektar padi, 175 ribu hektar jagung hibrida, dan 300 ribu hektar kedelai, pemberdayaan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) sebanyak 900 Gapoktan, Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), pengamat hama dan kesehatan hewan, serta kegiatan pemberian insentif bagi petugas lapangan seperti bantuan operasional bagi 27.393 penyuluh PNS dan tunjangan 19.149 Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh  (THL-TB), pengawas benih sebanyak 688 orang & petugas Inseminator, mantri tani 3.200 orang dan mantri statistik 3.200 orang, tenaga medik dan paramedik sebanyak 410 orang, serta petugas Pengendali OPT 2.896 PNS dan 1.144 tenaga harian lepas.

Selain itu, lanjut Meettn, terdapat 39 komoditas produksi pertanian yang didorong pertumbuhannya secara nasional.  Lima komoditas di antaranya merupakan komoditas pangan utama dan sasaran yang ingin dicapai pada tahun 2011 adalah: (1) swasembada berkelanjutan untuk beras dengan produksi sebesar 68,8 juta ton dan untuk jagung 22,0 juta ton; (2) peningkatan produksi untuk kedelai, gula dan daging sapi masing-masing sebesar kedelai 1,56 juta ton; gula 3,87 juta ton; dan daging sapi 439 ribu ton.

Di samping anggaran yang ada di Kementan bersumber dari Bidang Anggaran 18, kata Mentan, masih terdapat anggaran dari pos belanja subsidi atau Public Service Obligation (PSO) bersumber dari Pos Beban Anggaran Subsidi dan Belanja lainnya di Kementerian Keuangan. Besaran anggaran PSO berdasarkan Surat Edaran Bersama Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas   sebesar Rp 19,42 triliun, terdiri atas: (1) subsidi pupuk sebesar Rp 16,56 triliun; (2) subsidi benih sebesar Rp 1,86 triliun; (3) subsidi Kredit Program Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) sebesar Rp 429,7 miliar; (4) Risk Sharing KKP-E sebesar Rp 147,7 miliar; (5) Subsidi Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) sebesar Rp 138,5 miliar; dan (6) Subsidi Kredit Usaha Perbibitan Sapi (KUPS) sebesar Rp 288 miliar.

Selain itu, Mentan menambahkan, ada anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian yang menjadi APBD Kabupaten/Kota. Sebagai gambaran pada tahun 2010, DAK Bidang Pertanian adalah Rp 1,54 triliun untuk 354 kabupaten. Kami merencanakan dana DAK Bidang Pertanian 2011 untuk membiayai kegiatan: (1) penyediaan prasarana pengelolaan lahan dan air (tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, peternakan); (2) pembangunan/rehabilitasi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) tingkat kecamatan; (3) pembangunan lumbung pangan maupun gudang cadangan pangan; (4) infrastruktur perbenihan/pembibitan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan perbibitan peternakan, serta (5) Pembangunan prasarana Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan)/ nseminasi Buatan (IB), dan (6) Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO).

 

Sumber: www.deptan.go.id

 

PostHeaderIcon Mentan: Ketersedian Pangan Kita Aman

JAKARTA -- Kemarau basah sedang membawa berkah. Barangkali inilah yang sedang terjadi di Indonesia. Tatkala sejumlah negara –seperti Rusia, Australia, India, dan beberapa negara lain—khawatir dengan trend menurunnya produksi pangan mereka, produksi pertanian Indonesia justru diperkirakan meningkat cukup bermakna.

Luas tanam padi per Juli 2010, menurut Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatot S. Irianto, sudah mencapai 12,257 juta ha. Artinya mencapai 101,5% atau lebih tinggi 180 ribu ha dibanding realisasi penanam padi pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam dua bulan ke depan, luas tanam dipastikan masih akan bertambah. Dengan asumsi masih cukup tersedia air karena kemarau basah, maka sasaran tanam bulan Agustus dan September masing-masing seluas 664 ribu ha dan 526 ribu ha akan dapat tercapai. Dengan demikian total luas tanam yang akan menentukan produksi tahun 2010 akan mencapai angka 13,45 juta ha.

Dari capaian luas tanam tersebut, maka luas panen padi diperkirakan mencapai 13,08 juta ha. Dan, dengan produktivitas rata-rata 5,132 ton/ha maka produksi padi tahun ini akan mencapai 67,15 juta ton GKG alias naik 3,08% dari angka produksi tahun lalu. Kenaikan produksi 2010. Pertumbuhan 3,08%, mesi masih di bawah pertumbuhan produksi tahun lalu, masih lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan konsumsi (sesuai pertumbuhan penduduk 1,34%).

Khusus menjelang lebaran, dalam periode Agustus-September 2010, panen terjadi pada sawah seluas 2,046 juta ha (setara 10,19 juta ton GKG). Luas panen pada Agustus sekitar 1,2 juta ha (setara 6 juta ton GKG) dan pada September 839 ribu ha (setara 4,19 juta ton GKG). Kegiatan panen masih banyak terjadi di Jabar, Jateng, Jatim, Sulsel, Kalsel, Sumsel dan Sumut.

Dari data dan fakta itu, kata Mentan Suswono, dapat disimpulkan sampai akhir tahun 2010 pasokan beras aman. ‘’Insya Allah, Indonesia masih mengalami swasembada beras berkelanjutan. Bahkan, kita akan mengalami surplus lebih dari 5 juta ton beras.”

Menyadari adanya dinamikan perubahan iklim, tambah Mentan, pemerintah melakukan sejumlah langkah dan kebijakan untuk menjamin pasokan. Dalam jangka pendek, Kementerian Pertanian akan :

  1. Mempercepat penyaluran bantuan benih untuk pertanaman Agustus s/d Desember 2010 sebanyak 48.000 ton atau setara dengan 2,04 juta ha.
  2. Mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Pupuk (BLP) sampai Nopember 2010 sejumlah 113.255 ton pupuk NPK, 339.767 ton pupuk organik dan 2,26 juta liter pupuk organik cair untuk luasan 1,13 juta ha.
  3. Menyiapkan pupuk bersubsidi di lini IV sesuai kebutuhan dan jadwal tanam serta mendorong penyerapan pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan di masing-masing daerah.
  4. Mengamankan pertanaman dari dampak perubahan iklim (banjir dan kekeringan) dan dari serangan OPT dengan mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Bahan Pengendalian Hama Terpadu (Tikus) sejumlah 244.444 boks; menyalurkan pestisida buffer stok (APBN 2010) di 31 provinsi sejumlah 121.300 kg dan APBNP 2010 untuk pengendalian hama wereng batang coklat (WBC) sebanyak 30.900 kg/ltr di 22 provinsi. Jumlah pestisida untuk WBC diasumsikan dapat mengendalikan luas pertanaman sekitar 76.500 hektar (pestisida racun kontak seluas 18.500 hektar dan pestisida fungsi ganda sebanyak 58.000 hektar).
  5. Mempercepat proses bantuan alsintan 3.395 unit traktor roda 2, dan pompa air 3.300 unit, serta alat pengendalian handsprayer sejumlah 6.500 unit.
  6. Memberikan insentif bagi para pendamping SL-PTT, Mantri Tani/Kepala Cabang Dinas (KCD), dan Mantri Statistik agar pelaporan tanam dan panen lebih akurat dan tepat waktu.
  7. Melakukan koordinasi dan pemantauan ke lapangan secara periodik pada daerah-daerah sentra produksi untuk menurunkan kehilangan hasil produksi dengan penanganan panen dan pasca panen yang lebih baik.


Selain beras, papar Mentan, pasokan daging dan telur ayam juga surplus sampai akhir tahun. Sementara ketersediaan gula, daging sapi, bawang merah dan cabe cukup untuk memenuhi kebutuhan menjelang lebaran tahun ini.

Atas dasar itu, Mentan meminta masyarakat tidak panik. ‘’Ketersedian pangan kita aman. Bahkan surplus,’’ tegasnya.

 

Sumber: www.deptan.go.id

 

PostHeaderIcon PPNSI Sesalkan Kegagalan Pembibitan Sapi

 Semarang – program pembibitan sapi perah yang dialokasikan oleh pemerintah Provinsi kepada dinas Peternakan kab Boyolali harus dievaluasi secara total. Keberadaan sapi yang semula 120 ekor sekarang menjadi 52 ekor membuktikan bahwa program ini gagal, sehingga pemda boyolali harus bertanggungjawab untuk mengembalikan sapi yang hilang dikelompok tani. ”Memang harus diakui bahwa Jawa tengah belum memiliki pusat pembibitan yang Unggul, masih kalah dengan jawa barat”, Ungkap Riyono Ketua PPNSI Jawa tengah.

Menurut Riyono kegagalan kegagalan breeding center ini disebabakan oleh beberapa hal, pertama kualitas bibit sapi yang tidak standar, jika sapi harga 8 juta seharusnya sudah bagus dan siap menghasilkan susu minimal sehari 8 liter. Kedua, hilangnya sapi dari kelompok ternak terjadi karena lemahnya pengawasan oleh dinas atau jeleknya kualitas kelompok ternak pengelola bantuan. Ketiga, manajemen pengelolaan yang kurang mendukung, manajemen ini meliputi pakan ternak, anak kandang, kesehatan hewan, pembinaan kelompok dan sistem pelaporan yang seharusnya dilakukan secara ketat, karena tujuan pembibitan adalah menghasilkan sapi bibit berkualitas yang bisa meningkatkan volume sapi di kab Boyolali atau Jawa tengah.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon Jabar Produsen Padi Terbesar

SUMEDANG, (Pikiran Rakyat) - Provinsi Jabar kembali menempati urutan pertama produsen padi nasional, setelah sampai pertengahan Desember tahun 2009 ini mampu memproduksi 11,1 juta ton gabah kering giling (GKG). Perolehan tersebut sudah melebihi 10 persen target semula 10,5 juta ton GKG. Demikian dikatakan Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan, di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Selasa (15/12).

Disebutkan, perolehan hasil ini juga membuat produksi padi dan beras Jabar juga naik dibandingkan dengan 2008 lalu, di mana saat itu masih menempati urutan kedua nasional setelah Jatim. Hasil pada tahun 2009 diperoleh secara signifikan, di mana sampai beberapa pekan lalu baru mencapai selisih kelebihan 5 persen dari target.

Baca selengkapnya...

 

PostHeaderIcon Purwakarta Potensial untuk Pengembangan Kawasan Buah

Wilayah Kabupaten Purwakarta Jawa Barat cukup potensial untuk pengembangan kawasan hortikultura apakah itu sayuran, buah-buahan dan tanaman hias, alasannya komoditi hortikultura diantaranya buah seperti manggis, melinjo dan lain-lain selama ini menopang perekonomian penduduknya.

Baca selengkapnya...

 
Artikel Lainnya...
Bagikan artikel ini.. Bookmark and Share


Pencarian
Pendapat Anda
Tingkatkan anggaran pertanian sebelumnya kurang dari 1% APBN menjadi paling tidak 5%?
 

Locations of visitors to this page