Registrasi
DPW-DPD PPNSI silahkan registrasi untuk publikasi berita



Tulis Berita?

Panduan Penulisan dan Pengiriman Berita/Artikel di website PPNSI

PostHeaderIcon Menteri Pertanian Hendaknya Menaikkan HPP 15% pada Januari 2010

JAKARTA -- Mentan Suswono telah menerima kunjungan silaturahim dari sejumlah organisasi petani Indonesia. Dalam kesempatan itu, para pimpinan dan wakil organisasi dari antara lain HKTI, KTNA, PPNSI, DTI, SPI, Asosiasi-LM3, LPP-NU dan asosiasi perbenihan menyampaikan harapan dan dukungan terhadap program Mentan pada era KIB II. Acara di dahului dengan makan siang bersama di ruang serbaguna dengan menu antara lain nasi ubi, lontong jagung, mie singkong, sayuran, tempe, tahu dan telur ayam. "Kita bisa memulai diversifikasi pangan dari menu makan seperti ini," kata Mentan Suswono kepada para tamunya.

Biasanya, Mentan puasa sunah Senin dan Kamis. Tapi, demi menghormati tahu para tamu, Mentan merelakan berbuka puasa siang situ. Usai makan siang, Mentan mengajak para tamu bergerak ke Ruang Pola. Dengan pengantar dari Kepala Badang Pengembangan SDM Ato Suprapto, di sini Mentan menyampaikan visi-misi, persoalan dasar pertanian, empat target sukses, strategi tujuh gema revitalisasi, prioritas pembangunan serta program 100 hari.

Selanjutnya adalah forum diskusi dengan para organisasi petani. Tampil sebagai penanggap pertama, Ketua Dewan Tani Indonesia Ferry Julianto menyatakan bahwa tahun ini adalah kemenangan para stackholder pertanian. "Mentan berlatar legislator pertanian, Meneg BUMN dan KaBulog juga dari lingkup keluarga pertanian. Ini momentum bagus. Mari kita dukung bersama untuk kebangkitan pertanian kita," ungkapnya. Sekjen HKTI Rahmat Pambudi mengungkapkan, "saya percaya dengan komitmen dan kapasitas Pak Suswono. Beliau teman kuliah, kami satu kelas di peternakan IPB. Cuma beliau lebih hebat dari saya. "Mentan Suswono, kata dia, dulu aktivis Senat dan BPM, kemudian menjadi dosen, politisi dan sebelum jadi Mentan berpengalaman menjadi legislator dan pernah membantu "Menteri Kehutanan" era Gus Dur.

Rahmat memberi contoh, soal bawang merah Brebes tak pernah bisa diselesaikan oleh tujuh Menteri Pertanian sebelumnya. "Sekarang, lewat instrumen Karantina Pertanian, Pak Suswono sudah bisa menyelesaikannya. Dengan perfoma ini, saya yakin Pak Suswono tak hanya akan sukses dalam lima tahun, tapi bisa dua periode!" tambah Sekjen HKTI yang juga pengurus LPP-NU. Ketua HKTI Sutrisno Iwantono menyambut baik gagasan pembentukan Bank Pertanian. Persoalan modal dan pembiayaan pertanian menjadi amat krusial di Indonesia. "Kalau Pak Suswono bisa menyelesaikan masalah ini, maka saya percaya 50-60% perosalanpertanian kita sudah selesai."

Ketua KTNA Winarno Thohir memberi apresiasi khusus pada keterbukaan Mentan Suswono dalam menjalin komunikasi. "Ini awal yang baik. Saya usul agar pertemuan seperti ini bisa berlanjut secara berkala. Mungkin setiap tiga bulan, misalnya." Pada kesempatan itu, Winarno juga menyampaikan permohonan maafnya atas kekhilafannya mengomentari soal Wakil Mentan temo hari.

PPNSI yang merupakan organisasi tani termuda yang diundang pada Acara itu diwakili oleh Riyono selaku Sekjen dan didampingi oleh beberapa pengurus DPP yang lain yaitu Hanif (Kominfo), Jamal (sekretaris eksekutif), dan Fauzan (Bendahara III). Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh pengurus DPP PPNSI sebagai ajang memperkuat jaringan dan penguasaan isu publik sebagai salah satu slogan DPP PPNSI yaitu "Berpengaruh". Maka Kelengkapan Organisasi seperti Profil PPNSI, leaflet Kiprah PPNSI serta kontak-kontak DPP hingga DPW se Indonesia pun dibagikan kepada undangan yang hadir pada saat itu.

Rencana Mentan memberlakukan kenaikan HPP gabah sebelum kenaikan HET disambut baik Perhimpunan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI). "Saya pikir ini tradisi baru yang patut diapresiasi. Kami sangat mendukung, apalagi jika kenaikan HPP bisa menembus 15% dengan timing penetapan yang lebih awal, yaitu dibulan Janari 2010," kata Riyono, Sekjen PPNSI. PPNSI pada kesempatan itu juga menyarankan perlunya verifikasi dan validasi data kelompok tani dan gabungan kelompok tani serta perlunya merombak tata niaga pupuk dan pola subsidinya yang selama ini hanya menguntungkan oknum-oknum BUMN dan derivatnya. Pupuk acapkali langka pada saat dibutuhkan petani dan harganya pun bukan harga subsidi.

Pada kesempatan itu sebagai closing statementnya, Sekjen PPNSI mengusulkan agar forum silaturahim dan diskusi seperti ini bisa diadakan secara rutin agar komunikasi antara DEPTAN dan Ormas Tani berjalan dengan baik. Mentan dalam kesempatan itu memberi tanggapan bahwa kemungkinan di waktu yang akan datang acara seperti ini akan kembali diadakan, terutama pada evaluasi program 100 hari DEPTAN nanti.
 
Bagikan artikel ini.. Bookmark and Share


Pencarian
Pendapat Anda
Tingkatkan anggaran pertanian sebelumnya kurang dari 1% APBN menjadi paling tidak 5%?
 

Locations of visitors to this page