Registrasi
DPW-DPD PPNSI silahkan registrasi untuk publikasi berita



Tulis Berita?

Panduan Penulisan dan Pengiriman Berita/Artikel di website PPNSI

PostHeaderIcon PPNSI Gelar Pelatihan Budidaya Udang Galah

BANJAR- Tingginya harga dan permintaan udang galah besar, DPD Perhimpunan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Kota Banjar menggelar pelatihan agribisnis udang galah di Aula Desa Batulawang Kecamatan Pataruman Jum’at lalu. Acara yang disponsori Mustika Ternak PS Banjar dan PT Sanbe Farma Tbk ini diikuti 30 orang perwakilan peternak udang galah di Kecamatan Pataruman.

BANJAR- Tingginya harga dan permintaan udang galah besar, DPD Perhimpunan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Kota Banjar menggelar pelatihan agribisnis udang galah di Aula Desa Batulawang Kecamatan Pataruman Jum’at lalu. Acara yang disponsori Mustika Ternak PS Banjar dan PT Sanbe Farma Tbk ini diikuti 30 orang perwakilan peternak udang galah di Kecamatan Pataruman.

Menurut Koordinator PPNSI Kecamata Pataruman Setiawan Permana Putra, acara ini sebagai bentuk kepedulian PPNSI dalam mensejahterakan petani udang galah.

“Semoga pelatihan ini menjadi bekal bagi para petani dalam memaksimalkan produksinya,” harapnya.

Selain di Kecamatan Pataruman, PPNSI membuka kesempatan kepada warga yang tertarik untuk budidaya ikan galah mengikuti pelatihan. ”Bisa menghubungi kami di kantor PPNSI atau Mustika Ternak PS di Pasar Banjar,” ujar Setiawan.

Ditambahkan M Rahmat Sy, pimpinan Mustika Ternak PS, saat ini harga udang galah ditingkat petani berkisar antara Rp 42 ribu sampai 46 ribu per kg. ”Dengan prosentase biaya produksi sekitar 50 persen, bisnis udang galah sangat menjanjikan,” akunya.

Sementara itu, pembicara dari PT Sanbe Farma Wawan SPi menerangkan hal teknis terkait budidaya dan pencegahan penyakit udang galah, juga pemeliharaan benih, produksi dan tahapan budidaya. (bmp)

Radar Tasikmalaya Senin 17 Desember 2007
 
Bagikan artikel ini.. Bookmark and Share


Pencarian
Pendapat Anda
Tingkatkan anggaran pertanian sebelumnya kurang dari 1% APBN menjadi paling tidak 5%?
 

Locations of visitors to this page