| Pertanian & PeternakanMentan: Anggaran 2011 Kementan Naik 88,8% 27/08/2010 | Staf Ahli Menteri Pertanian JAKARTA -- Anggapan masalah petani tidak disinggung dalam pidato presiden tanggal 16 Agustus 2010 tidak tepat. Komitmen dan kepedulian terhadap petani atau pertanian juga tak bisa diukur dari kata-kata an sich dalam pidato kenegaraan. Komitmen itu bisa dilihat dan dibuktikan melalui kebijakan dan program pembangunn yang telah, sedang dan akan dijalankan, kata Mentan Suswono di Jakarta. |
Dana Tanggap Darurat untuk Petani dan Nelayan
| Berita - Kebijakan Publik |
Semarang – Rencana alokasi anggaran dana tanggap darurat pemprov jateng sebesar 35 M perlu mendapatkan apresiasi. “ini membuktikan kepedulian pemprov kepada daerah bencana, Ungkap Riyono. Namun sebenarnya jika dilihat daerah rawan bencana mencapai 25 kab/kota anggaran tersebut masih kurang, namun sebaiknya anggaran tersebut lebih difokuskan pada tindakan rescue dan rehabilitasi pasca bencana.“PPNSI memiliki pengalaman dalam penanganan korban gempa klaten dan Jogja dengan menyalurkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok yang lain, kami mengharapkan kepada Gubernur agar dana 35 M ada yang bisa dialokasikan untuk dana tanggap darurat bagi petani dan nelayan, karena dua kelompok inilah yang jika bencana paling parah menerima akibatnya”, tambah Riyono.
Menurut pengalaman yang sudah dilakukan oleh PPNSI ada beberapa catatan penting dalam penyaluran bantuan tanggap darurat, pertama hendaknya anggaran difokuskan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman bagi korban bencana, kedua anggaran lebih banyak untuk membantu korban dalam hal modal usaha dan bantuan alat usaha yang menguntungkan, karena selama ini yang jadi kendala bagi korban adalah setelah bencana bagaimana dengan nasib usaha atau jika petani bagaimana dengan sapi yang mati? Tidak ada bantuan dari pemprov. Ketiga, anggaran jangan terlalu banyak untuk perjalanan dinas dan belanja aparatur. Keempat hendaknya proses pengajuannya bisa cepat dan dialokasikan secara proporsional. Menurut Riyono “ empat alasan diatas hendaknya bisa dijadikan masukan untuk pengelolaan dana tanggap darurat senilai 35 M bisa lebih efisien dan bermanfaat untuk menangani bencana di Jateng”.
Selain itu PPNSI meminta kepada pemprov dan pemda di Jateng khususnya kalangan DPRD dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk petani dan nelayan, khususnya nelayan yang sering lepas dari perhatian disaat musim paceklik. “ya kami mohon kepada kalangan politisi agar jangan lupa dengan konstituennya, temen – temen nelayan menunggu janji mereka saat pileg untuk mendapatkan anggaran tanggap darurat saat mereka tidak bisa melaut karena alas an musim” tambah Riyono.
Riyono, 081390654444
|
|
