| Pertanian & PeternakanMentan: Anggaran 2011 Kementan Naik 88,8% 27/08/2010 | Staf Ahli Menteri Pertanian JAKARTA -- Anggapan masalah petani tidak disinggung dalam pidato presiden tanggal 16 Agustus 2010 tidak tepat. Komitmen dan kepedulian terhadap petani atau pertanian juga tak bisa diukur dari kata-kata an sich dalam pidato kenegaraan. Komitmen itu bisa dilihat dan dibuktikan melalui kebijakan dan program pembangunn yang telah, sedang dan akan dijalankan, kata Mentan Suswono di Jakarta. |
Jabar Produsen Padi Terbesar
| Berita - Pertanian & Peternakan |
Disebutkan, perolehan hasil ini juga membuat produksi padi dan beras Jabar juga naik dibandingkan dengan 2008 lalu, di mana saat itu masih menempati urutan kedua nasional setelah Jatim. Hasil pada tahun 2009 diperoleh secara signifikan, di mana sampai beberapa pekan lalu baru mencapai selisih kelebihan 5 persen dari target.
"Mudah-mudahan, hasil yang dicapai ini membuat pasokan pangan, terutama padi dan beras di Jabar dapat memenuhi seluruh kebutuhan pangan daerahnya. Bagi petani, diharapkan mampu meningkatkan motivasi usaha mereka, apalagi pasokan bahan pangan yang memadai sangat penting untuk ketahanan pangan daerah Jabar, sehingga jangan ada lagi masyarakat rawan pangan," katanya, saat Silaturahmi Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Masyarakat Daerah Rawan Pangan.
Silaturahmi yang dihadiri Kepala Badan Ketahanan Daerah Pangan Jabar Lucki Rulyaman Djunaedi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Helmy Anwar, dan Kepala Biro Produksi Pemprov Jabar Toto M. Toha, tersebut diikuti sekitar 1.300 orang masyarakat dari berbagai kabupaten di Jabar.
Ahmad Heryawan, juga menyerahkan bantuan sosial bagi masyarakat rawan pangan di Jabar, berupa Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) total Rp 7,35 miliar, Usaha Ekonomi Produktif (UEP) total Rp 275 juta, Alat Pengolah Organik (APO) total Rp 450 juta, bantuan keuangan lumbung pangan, gerakan minum susu, kerja sama pengadaan beras cadangan pangan pemerintah, dll.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Jabar Lucki Rulyaman Djunaedi mengatakan, selain ketahanan pangan juga tengah digenjot diversifikasi pengusahaan jenis-jenis tanaman pangan lain, agar masyarakat tak hanya berfokus kepada beras.
Jika masyarakat sudah terbiasa dengan jenis-jenis bahan pangan lainnya, mereka juga banyak pilihan makanan dan tak ada gejolak, terutama jika dalam suatu waktu harga beras memberatkan. (A-81)***
|
|
