Registrasi
DPW-DPD PPNSI silahkan registrasi untuk publikasi berita



Tulis Berita?

Panduan Penulisan dan Pengiriman Berita/Artikel di website PPNSI

PostHeaderIcon Pilpres Momentum Petani dan Nelayan Jadi Aktor Utama Pembangunan

PPNSI sumut
Medan, CyberNews. Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Sumatera Utara mengimbau petani dan nelayan untuk cerdas dan mandiri dalam menentukan pilihan pada pemilihan presiden 8 Juli 2009. Petani dan nelayan diimbau untuk tidak terkecoh dengan iklan atau kampanye yang mengatasnamakan petani dan nelayan. Saatnya Pilpres 2009 menjadi momentum reposisi petani dan nelayan sebagai aktor utama pembangunan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum PPNSI Sumatera Utara Ir Edhy Mirwandhono MSi dalam pernyataan pers tertulis kepada Suara Merdeka CyberNews, Selasa (23/6). Edhy mengimbau kepada semua pihak yang peduli terhadap nasib petani dan nelayan untuk mendukung dan melanjutkan prestasi petani dalam mencapai dan mempertahankan swasembada beras melalui kegiatan pendampingan yang efektif dan progresif.
    Dia menjelaskan pernyataan tersebut merupakan rekomendasi Rapat Koordinasi Wilayah PPNSI Sumatera Utara yang berlangsung 20-21 Juni 2009 lalu di Asrama Haji Medan. Acara tersebut dihadiri oleh 22 utusan pengurus Dewan Pimpinan Daerah PPNSI Kabupaten/Kota se Sumatera Utara, yaitu: Langkat, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Pematang Siantar, Tanjung Balai, Batubara, Asahan, Labuhan Batu, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Tapanuli Tengah, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Karo, Dairi, Phak phak Barat, Nias, dan Nias Selatan.

"Sejak dideklarasikan pertama kali pada 25 Februari 2007, PPNSI Sumatera Utara telah melakukan berbagai macam program dan kegiatan dalam rangka percepatan tercapainya visi PPNSI yakni menjadikan petani dan nelayan sebagai aktor utama pembangunan," tandasnya.

Dia mengungkapkan posisi petani dan nelayan menjadi sorotan utama dalam pembahasan pada acara Rakorwil PPNSI Sumut kali ini. PPNSI Sumut merasa prihatin terhadap posisi petani dan nelayan yang hingga kini masih menjadi obyek pembangunan. Bahkan yang lebih menyedihkan, petani dan nelayan seringkali dijadikan sebagai dagangan politik menjelang pelaksanaan momentum politik baik lokal maupun nasional.

"Kami mengajak kepada semua pihak yang peduli terhadap nasib petani dan nelayan untuk memperkuat kelembagaan petani dan nelayan melalui penguatan jaringan dan kerjasama yang konstruktif dan progresif. Kami juga mendesak kepada Pemerintah Sumatera Utara bersama DPRD Sumatera Utara untuk menyusun roadmap tentang perbaikan nasib petani dan nelayan secara partisipatif, efektif, dan progresif."
 
Terkait dengan upaya pencapaian ketahanan pangan di Sumatera Utara, PPNSI mengusulkan kepada Pemerintah Sumatera Utara menyediakan lahan abadi yang secara khusus untuk kegiatan produksi tanaman pangan minimal 1 juta hektar, mempercepat perbaikan infrastruktur dan sarana pendukung produksi tanaman pangan, seperti saluran irigasi, jalan usaha tani, penyediaan dan distribusi pupuk secara tepat, mengelola cadangan pangan dengan tepat, serta meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang pola konsumsi pangan yang tepat dan sehat.
 
Pencarian
Pendapat Anda
Tingkatkan anggaran pertanian sebelumnya kurang dari 1% APBN menjadi paling tidak 5%?
 

Locations of visitors to this page