Beranda Berita

Padi MSP Promosi Megawati Juga Belum Bersertifikat

Jakarta - Pemimpin bangsa dan padi adalah dua hal yang tak terpisahkan. Jika Presiden SBY pernah panen padi Super Toy HL2, capres PDIP Megawati Soekarnoputri juga punya padi MSP alias Mari Sejahterakan Petani (MSP).

Jakarta - Pemimpin bangsa dan padi adalah dua hal yang tak terpisahkan. Jika Presiden SBY pernah panen padi Super Toy HL2, capres PDIP Megawati Soekarnoputri juga punya padi MSP alias Mari Sejahterakan Petani (MSP).

Padi MSP ini dikampanyekan Megawati sejak Desember 2007. Benih MSP sudah ditebar ke Bali, Lampung, dan Sumbar. Pada Mei 2008, benih MSP juga disebar di Sumut (Medan, Simalungun) dan lain-lain. Pada Juli 2008, Megawati juga telah memanen padi MSP di Karangasem, Bali.

Padi MSP ini diluncurkan dan ditebar dalam rangka program PDIP 'Mari Sejahterakan Petani' yang telah diluncurkan Mega di Cariu, Bogor, pada 18 Desember tahun 2007. Produksi MSP digembor-gemborkan mencapai 12 ton per hektar atau mampu meningkatkan produktivitas padi sebesar 60 persen.

Dalam rilisnya beberapa waktu lalu, Ketua DPP Bidang Informasi dan Komunikasi DPP PDI Perjuangan Daryatmo Mardiyanto menjelaskan bahwa pengembangan varietas unggul padi MSP merupakan program kerja PDIP melalui bidang Usaha Kecil dan Koperasi yang dipimpin Mindo Sianipar.

Pengembangan dan pemasyarakatan varietas padi unggul MSP kepada pra petani juga merupakan salah satu wujud kepedulian kongkret PDIP sebagai partainya wong cilik terhadap kehidupan pertanian di Indonesia, dan juga merupakan upaya kongkret PDI Perjuangan untuk mewujudkan ketahanan pangan Nasional melalui program padi MSP.

Pertanyaannya kini, apakah padi MSP telah mengantongi sertifikat dari pihak berwenang, dalam hal ini Departemen Pertanian? Ternyata nasibnya serupa dengan padi Super Toy HL2 yaitu sama-sama belum bersertifikat.

"Untuk MSP memang belum dapat sertifikat, tapi sudah diajukan dan sudah masuk. Ini memang kita dorong untuk mendapat sertifikasi," ujar Menteri
Pertanian Anton Apriyantono.

Begitulah pernyataan Anton saat dicegat di Kantor Presiden, Jalan Medan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2008).

Pemimpin bangsa dan padi adalah dua hal yang tak terpisahkan. Jika Presiden SBY pernah panen padi Super Toy HL2, capres PDIP Megawati Soekarnoputri juga pernah panen padi MSP alias Mari Sejahterakan Petani (MSP).

Padi MSP ini dikampanyekan Megawati sejak Desember 2007. Benih MSP sudah ditebar ke Bali, Lampung, dan Sumbar. Pada Mei 2008, benih MSP juga disebar di Sumut (Medan, Simalungun) dan lain-lain. Pada Juli 2008, Megawati juga telah memanen padi MSP di Karangasem, Bali.

Padi MSP ini diluncurkan dan ditebar dalam rangka program PDIP 'Mari Sejahterakan Petani' yang telah diluncurkan Mega di Cariu, Bogor, pada 18 Desember tahun 2007. Produksi MSP digembor-gemborkan mencapai 12 ton per hektar atau mampu meningkatkan produktivitas padi sebesar 60 persen.

Dalam rilisnya beberapa waktu lalu, Ketua DPP Bidang Informasi dan Komunikasi DPP PDI Perjuangan Daryatmo Mardiyanto menjelaskan bahwa pengembangan varietas unggul padi MSP merupakan program kerja PDIP melalui bidang Usaha Kecil dan Koperasi yang dipimpin Mindo Sianipar.

Pengembangan dan pemasyarakatan varietas padi unggul MSP kepada para petani juga merupakan salah satu wujud kepedulian kongkret PDIP sebagai partainya wong cilik terhadap kehidupan pertanian di Indonesia, dan juga merupakan upaya kongkret PDIP untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui program padi MSP.

Pertanyaannya kini, apakah padi MSP telah mengantongi sertifikat dari pihak berwenang, dalam hal ini Departemen Pertanian? Ternyata nasibnya serupa dengan padi Super Toy HL2 yaitu sama-sama belum bersertifikat.

"Untuk MSP memang belum dapat sertifikat," ujar Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Kantor Presiden, Jalan Medan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2008).

Meski demikian, padi MSP telah berusaha mendapatkan sertifikat. "Sudah diajukan, sudah masuk," ujarnya.

Namun sertifikat belum diberikan karena ada persyaratan yang belum dipenuhi. "Ini memang kita dorong untuk mendapat sertifikasi," demikian Anton.
(nal/nrl)

Sumber : Detiknews