Revitalisasi Pertanian Kalbar
Minat petani karet di Kalimantan Barat untuk mengikuti Program Revitalisasi Perkebunan Karet cukup tinggi. Antusiasme tersebut membutuhkan realisasi dari pengucuran kredit perbankan terkait dengan persyaratan administratif dari perbankan.
Dari 38.900 hektar kebun karet yang didaftarkan petani untuk diikutkan dalam program revitalisasi -jumlah itu sudah melebihi target revitalisasi Kalbar dalam kurun waktu 2008-2010 yang totalnya 19.000 hektar- ... Minat petani karet di Kalimantan Barat untuk mengikuti Program Revitalisasi Perkebunan Karet cukup tinggi. Antusiasme tersebut membutuhkan realisasi dari pengucuran kredit perbankan terkait dengan persyaratan administratif dari perbankan.
Dari 38.900 hektar kebun karet yang didaftarkan petani untuk diikutkan dalam program revitalisasi -jumlah itu sudah melebihi target revitalisasi Kalbar dalam kurun waktu 2008-2010 yang totalnya 19.000 hektar- baru terealisir dalam program tersebut mencakup kebun karet seluas 720 hektar yang dikelola 21 kelompok tani. Hal itu dikarenakan tidak semua petani memiliki sertifikat yang dipersyaratkan pihak perbankan.
Dinas Perkebunan Kalbar mencatat, luas areal perkebunan karet rakyat di Kalbar saat ini mencapai 513.401 hektar, dimiliki sekitar 259.028 petani. Dari luasan itu, sekitar 95.184 hektar (18,5 persen) tanaman karet perlu diremajakan karena yang sudah berumur di atas 20 tahun dan tidak lagi produktif. Sementara untuk meremajakan tanaman karet itu dibutuhkan biaya sekitar Rp 10 juta per hektar.
Revitaliasasi perkebunan karet rakyat sangat penting mengingat kebun karet merupakan sumber kehidupan bagi satu juta jiwa atau sekitar 30 persen jumlah penduduk Kalbar. Karet juga menjadi komoditas unggulan di Kalbar yang mampu memberikan sumbangan devisa sebesar 30,69 persen dari total ekspor komoditas perkebunan.
Sumber: Kompas (Senin, 14 Juli 2008)
Dari 38.900 hektar kebun karet yang didaftarkan petani untuk diikutkan dalam program revitalisasi -jumlah itu sudah melebihi target revitalisasi Kalbar dalam kurun waktu 2008-2010 yang totalnya 19.000 hektar- ... Minat petani karet di Kalimantan Barat untuk mengikuti Program Revitalisasi Perkebunan Karet cukup tinggi. Antusiasme tersebut membutuhkan realisasi dari pengucuran kredit perbankan terkait dengan persyaratan administratif dari perbankan.
Dari 38.900 hektar kebun karet yang didaftarkan petani untuk diikutkan dalam program revitalisasi -jumlah itu sudah melebihi target revitalisasi Kalbar dalam kurun waktu 2008-2010 yang totalnya 19.000 hektar- baru terealisir dalam program tersebut mencakup kebun karet seluas 720 hektar yang dikelola 21 kelompok tani. Hal itu dikarenakan tidak semua petani memiliki sertifikat yang dipersyaratkan pihak perbankan.
Dinas Perkebunan Kalbar mencatat, luas areal perkebunan karet rakyat di Kalbar saat ini mencapai 513.401 hektar, dimiliki sekitar 259.028 petani. Dari luasan itu, sekitar 95.184 hektar (18,5 persen) tanaman karet perlu diremajakan karena yang sudah berumur di atas 20 tahun dan tidak lagi produktif. Sementara untuk meremajakan tanaman karet itu dibutuhkan biaya sekitar Rp 10 juta per hektar.
Revitaliasasi perkebunan karet rakyat sangat penting mengingat kebun karet merupakan sumber kehidupan bagi satu juta jiwa atau sekitar 30 persen jumlah penduduk Kalbar. Karet juga menjadi komoditas unggulan di Kalbar yang mampu memberikan sumbangan devisa sebesar 30,69 persen dari total ekspor komoditas perkebunan.
Sumber: Kompas (Senin, 14 Juli 2008)
| < Prev | Next > |
|---|



