Ekspor Tuna Sumbar
Sashimi adalah menu khas di restoran sea food di Jepang. Indonesia perlu berbangga karena menjadi salah satu pemasok bahan makanan favorit rakyat pengkonsumsi ikan terbesar di dunia tersebut. Sumatera Barat (Sumbar) secara rutin mengekspor ikan tuna segar ke Jepang dan Amerika Serikat (AS). Sedangkan tuna yang dikirim ke AS, dijadikan steak ikan juga untuk restoran "sea food" di negara tersebut.
Sashimi adalah menu khas di restoran sea food di Jepang. Indonesia perlu berbangga karena menjadi salah satu pemasok bahan makanan favorit rakyat pengkonsumsi ikan terbesar di dunia tersebut. Sumatera Barat (Sumbar) secara rutin mengekspor ikan tuna segar ke Jepang dan Amerika Serikat (AS). Sedangkan tuna yang dikirim ke AS, dijadikan steak ikan juga untuk restoran "sea food" di negara tersebut.
Ekspor itu dilakukan secara rutin sekali dalam tiga hari dengan tujuan Jepang untuk tuna kualitas Grade A (terbaik-I) dan ke AS untuk Grade-B (terbaik-II) sejak dua bulan terakhir. Setiap kali pengiriman berjumlah empat ton atau sekitar 100 ekor tuna segar dengan berat rata-rata 50 kilogram per ekor.
Meski jumlah ekspor tuna tersebut masih terbatas, karena hasil tangkapan nelayan untuk tuna juga masih terbatas, hal ini tentu merupakan kabar gembira bagi kita sebagai bangsa yang mempunyai potensi laut cukup besar. Apalagi pihak importir justru siap menerima berapapun tuna yang dikirim dari Sumbar. Ini merupakan tantangan bagi nelayan kita untuk menangkap setiap peluang yang tersedia di depan mata.
Ikan tuna yang kini diekspor sebagian besar justru hasil tangkapan nelayan khusus yang didatangkan bersama kapal khusus tuna dari Muara Baru Jakarta. Sedangkan hasil tangkapan nelayan lokal Sumbar masih rekatif kecil, karena menangkap tuna bagi mereka masih sambilan disamping mencari jenis ikan lainnya.
Untuk meningkatkan hasil tangkap tuna, nelayan memerlukan pengetahuan yang cukup untuk menangkap tuna sesuai prosedur yang ditetapnya sehingga masuk kategori ekspor. Pelatihan secara bertahap kepada nel;ayan tradisional merupakan seuatu yang dibutuhkan agar sesuai prosedur yang telah ditetapkan sehingga ekspor dari daerah ini terus meningkat.
Sumber: Antara
Sashimi adalah menu khas di restoran sea food di Jepang. Indonesia perlu berbangga karena menjadi salah satu pemasok bahan makanan favorit rakyat pengkonsumsi ikan terbesar di dunia tersebut. Sumatera Barat (Sumbar) secara rutin mengekspor ikan tuna segar ke Jepang dan Amerika Serikat (AS). Sedangkan tuna yang dikirim ke AS, dijadikan steak ikan juga untuk restoran "sea food" di negara tersebut.
Ekspor itu dilakukan secara rutin sekali dalam tiga hari dengan tujuan Jepang untuk tuna kualitas Grade A (terbaik-I) dan ke AS untuk Grade-B (terbaik-II) sejak dua bulan terakhir. Setiap kali pengiriman berjumlah empat ton atau sekitar 100 ekor tuna segar dengan berat rata-rata 50 kilogram per ekor.
Meski jumlah ekspor tuna tersebut masih terbatas, karena hasil tangkapan nelayan untuk tuna juga masih terbatas, hal ini tentu merupakan kabar gembira bagi kita sebagai bangsa yang mempunyai potensi laut cukup besar. Apalagi pihak importir justru siap menerima berapapun tuna yang dikirim dari Sumbar. Ini merupakan tantangan bagi nelayan kita untuk menangkap setiap peluang yang tersedia di depan mata.
Ikan tuna yang kini diekspor sebagian besar justru hasil tangkapan nelayan khusus yang didatangkan bersama kapal khusus tuna dari Muara Baru Jakarta. Sedangkan hasil tangkapan nelayan lokal Sumbar masih rekatif kecil, karena menangkap tuna bagi mereka masih sambilan disamping mencari jenis ikan lainnya.
Untuk meningkatkan hasil tangkap tuna, nelayan memerlukan pengetahuan yang cukup untuk menangkap tuna sesuai prosedur yang ditetapnya sehingga masuk kategori ekspor. Pelatihan secara bertahap kepada nel;ayan tradisional merupakan seuatu yang dibutuhkan agar sesuai prosedur yang telah ditetapkan sehingga ekspor dari daerah ini terus meningkat.
Sumber: Antara
| < Prev | Next > |
|---|



