Tuesday, 09 February 2010
 
DANA TANGAP DARURAT UNTUK PETANI DAN NELAYAN
Kebijakan Publik
Ditulis Oleh riyono   
 Semarang – Rencana alokasi anggaran dana tanggap darurat pemprov jateng sebesar 35 M perlu mendapatkan apresiasi. “ini membuktikan kepedulian pemprov kepada daerah bencana, Ungkap Riyono. Namun sebenarnya jika dilihat daerah rawan bencana mencapai 25 kab/kota anggaran tersebut masih kurang, namun sebaiknya anggaran tersebut lebih difokuskan pada tindakan rescue dan rehabilitasi pasca bencana.

“PPNSI memiliki pengalaman dalam penanganan korban gempa klaten dan Jogja dengan menyalurkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok yang lain, kami mengharapkan kepada Gubernur agar dana 35 M ada yang bisa dialokasikan untuk dana tanggap darurat bagi petani dan nelayan, karena dua kelompok inilah yang jika bencana paling parah menerima akibatnya”, tambah Riyono.

 
Riyono

081390654444

 
PPNSI Sesalkan Kegagalan Pembibitan Sapi
Pertanian & Peternakan
Ditulis Oleh Riyono   

 Semarang – program pembibitan sapi perah yang dialokasikan oleh pemerintah Provinsi kepada dinas Peternakan kab Boyolali harus dievaluasi secara total. Keberadaan sapi yang semula 120 ekor sekarang menjadi 52 ekor membuktikan bahwa program ini gagal, sehingga pemda boyolali harus bertanggungjawab untuk mengembalikan sapi yang hilang dikelompok tani. ”Memang harus diakui bahwa Jawa tengah belum memiliki pusat pembibitan yang Unggul, masih kalah dengan jawa barat”, Ungkap Riyono Ketua PPNSI Jawa tengah.

Menurut Riyono kegagalan kegagalan breeding center ini disebabakan oleh beberapa hal, pertama kualitas bibit sapi yang tidak standar, jika sapi harga 8 juta seharusnya sudah bagus dan siap menghasilkan susu minimal sehari 8 liter. Kedua, hilangnya sapi dari kelompok ternak terjadi karena lemahnya pengawasan oleh dinas atau jeleknya kualitas kelompok ternak pengelola bantuan. Ketiga, manajemen pengelolaan yang kurang mendukung, manajemen ini meliputi pakan ternak, anak kandang, kesehatan hewan, pembinaan kelompok dan sistem pelaporan yang seharusnya dilakukan secara ketat, karena tujuan pembibitan adalah menghasilkan sapi bibit berkualitas yang bisa meningkatkan volume sapi di kab Boyolali atau Jawa tengah.

 
Membangun Pertanian Ala Jepang
Sosial Kemasyarakatan
Ditulis Oleh Anton Setyo Nugroho   
 Porsi lahan pertanian Jepang hanya 25% dari total wilayahnya yang sebagian besar berupa pegunungan. Namun jumlah yang kecil tersebut mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Jepang.

Dilatar belakangi dengan sumberdaya alam yang miskin, Jepang menjadi bangsa yang berpola fikir untuk selalu “berkreasi dan menciptakan” di segala bidang termasuk bidang pertaniannya. Pasca kekalahan perang pada Perang Dunia II, Jepang mulai beralih pada pembangunan ekonomi dengan Pertanian sebagai prioritas utama saat itu.
 
Jabar Produsen Padi Terbesar
Pertanian & Peternakan
Ditulis Oleh Pikiran Rakyat   
SUMEDANG, (Pikiran Rakyat) - Provinsi Jabar kembali menempati urutan pertama produsen padi nasional, setelah sampai pertengahan Desember tahun 2009 ini mampu memproduksi 11,1 juta ton gabah kering giling (GKG). Perolehan tersebut sudah melebihi 10 persen target semula 10,5 juta ton GKG. Demikian dikatakan Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan, di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Selasa (15/12).

Disebutkan, perolehan hasil ini juga membuat produksi padi dan beras Jabar juga naik dibandingkan dengan 2008 lalu, di mana saat itu masih menempati urutan kedua nasional setelah Jatim. Hasil pada tahun 2009 diperoleh secara signifikan, di mana sampai beberapa pekan lalu baru mencapai selisih kelebihan 5 persen dari target.
 
Jabar Kucurkan Rp 40 Miliar untuk Ketahanan Pangan
Kebijakan Publik
Ditulis Oleh Pikiran Rakyat   

BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Selasa (15/12), mengucurkan anggaran bantuan sebesar Rp 40 miliar untuk modal usaha peningkatan ketahanan pangan. Bantuan sebesar itu diprioritaskan untuk program pemberdayaan ekononi kelompok masyarakat di desa rawan pangan yang tersebar di 850 desa di 26 kabupaten/kota di Jabar. Penyerahan bantuan itu dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di Hotel Puri Khatulistiwa Kabupaten Sumedang.

"Tujuan bantuan ini untuk mendorong kemandirian pangan dengan melibatkan seluruh stakeholder yang terkait dengan pangan, program ini merupakan kelanjutan beberapa program yang telah digulirkan beberapa waktu lalu," kata Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan. 

 
Menteri Pertanian Hendaknya Menaikkan HPP 15% pada Januari 2010
Kebijakan Publik
Ditulis Oleh Adi Ispandiardi   

JAKARTA -- Mentan Suswono telah menerima kunjungan silaturahim dari sejumlah organisasi petani Indonesia. Dalam kesempatan itu, para pimpinan dan wakil organisasi dari antara lain HKTI, KTNA, PPNSI, DTI, SPI, Asosiasi-LM3, LPP-NU dan asosiasi perbenihan menyampaikan harapan dan dukungan terhadap program Mentan pada era KIB II. Acara di dahului dengan makan siang bersama di ruang serbaguna dengan menu antara lain nasi ubi, lontong jagung, mie singkong, sayuran, tempe, tahu dan telur ayam. "Kita bisa memulai diversifikasi pangan dari menu makan seperti ini," kata Mentan Suswono kepada para tamunya.

Biasanya, Mentan puasa sunah Senin dan Kamis. Tapi, demi menghormati tahu para tamu, Mentan merelakan berbuka puasa siang situ. Usai makan siang, Mentan mengajak para tamu bergerak ke Ruang Pola. Dengan pengantar dari Kepala Badang Pengembangan SDM Ato Suprapto, di sini Mentan menyampaikan visi-misi, persoalan dasar pertanian, empat target sukses, strategi tujuh gema revitalisasi, prioritas pembangunan serta program 100 hari.

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 11 dari 61
 
Pencarian
Registrasi
DPW-DPD PPNSI silahkan registrasi untuk publikasi berita





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

menulis pesan dengan karakter lebih banyak?
tulis saja di "buku tamu"


Data Pengunjung




Admin Web PPNSI (ex officio)